Thursday, April 29, 2010

A Peom of Inspiration

puisi ini gue baca pertama kali waktu smp, setelah ikut training ESQ dan beli buku ESQ for Teens. puisi ini selalu berhasil membuat gue menitikkan airmata ketika membacanya dalam kondisi-kondisi tertentu, dimana biasanya pada saat itu gue membutuhkan oase spiritual. sangat menginspirasi. kata-katanya tidak sulit dimengerti jadi gue dengan mudah bisa meresapinya. hebatnya lagi, menurut gue puisi ini sangat cocok buat remaja. rasanya gue ngerasa, yaampun puisi ini tuh 'gue banget'. yah, semoga puisi ini bisa menjadi salah satu jalan hidayah Allah buat kalian :)

Dulu dan Kini

Dulu... Kami hilang di kegelapan
Yang kelamnya mengalahkan gulita malam
Penuh ketakutan, kebingunngan, dan gundah berkepanjangan
Kami meraba-raba, padahal mata ini tidak buta
Bahkan mereka penikmat nista dunia
Dulu... Kami diselubung kesunyian mencekam
Di dasar kalbu yang dalam
Sesungguhnya ada rindu pada simfoni cinta
Padahal kami tak peduli
Telinga ini biasa dengar hingar-bingar
Bisikan syaitan-syaitan penghancur iman
Dulu... Kami terbungkam kebisuan
Lidah kami kelu
Tak pernah melantunkan ayat-ayat-Mu
Padahal kami tidak bisu
Bibir ini terus berkoar
Penuh dusta, kesombongan, dan kemunafikan
Tubuhku dulu bagai lumpuh
Setiap langkah menuju kemaksiatan
Setiap sentuhan menyakiti hamba Tuhan
Setiap gerakan mencerminkan kezaliman
Namun... Ketika itulah Kau sentuh mata dan hati kami
Agar kami lihat agungnya kebesaran-Mu
Ya Samii'... Kau lepaskan sumbat telinga
Kau izinkan kami dengar indahnya simfoni cinta
Pedoman hidup kami
Ya Allah... Kau basuh lidah kami
Hingga diri ini mampu temani bulan dan bintang
berzikir pada-Mu Ya Kabiir
Ya Lathiif... Melalui kelembutan-Mu
Ragaku mulai mampu bersujud pada-Mu
Ya Mujib... Dekatkan kami selalu pada-Mu
Sirami hati kami dengan kesejukan-Mu
Lindungi kami dengan keperkasaan-Mu
Selubungi jiwa dan raga kami dengan Cinta Mu

ESQ for Teens (Ary Ginanjar Agustian, Ridwan Mukri : 2007) page 40--41

No comments:

Post a Comment